Cara penyajian makanan sekarang semakin kreatif. Di masa kecil saya dulu, cobek naik ke meja makan saja sudah dianggap pamali. Sekarang, cobek mini dari batu sengaja dibuat untuk menyajikan sambal di meja. Bahkan, wajan pun diusung ke meja untuk menyajikan makanan.
Di restoran ini wajan pun diusung ke meja untuk penyajian makanan. Ini sesuai dengan tagline-nya: seafood in a pan. Fish and chips, Peri Peri Chicken, dan Baked Salmon adalah menu populernya yang sering dipesan. Mau coba?
Tidak perlu diperdebatkan lagi. Masakan tradisional Betawi sudah kian tergusur. Menyedihkan! Apalagi bila diingat bahwa Jakarta telah menjadi pusat pemerintahan dan ibukota negara. Karena itulah pecak gurame perlu dipopulerkan kembali.
Bakery ini tidak hanya menjual aneka roti. Cafe yang ada di dalamnya juga menawarkan makanan lokal maupun internasional. Sebut saja ayam kremes atau gurami goreng yang renyah krenyes plus cocolan sambal matah. Buat yang ingin menikmati satu atau dua gelas minuman, lounge dan bar di lantai atas juga bisa jadi pilihan!
Harga cabai meroket berpengaruh pada pedagang makanan yang mengandalkan sambal harus memutar otak untuk mensiasatinya. Mau tak mau pedagang harus menaikkan barang dagangannya.
Konsep jadul memang sedang digemari. Itulah yang membuat Awank (23) pemilik Rumah Makan Bebek Iga di mendekorasi rumah makannya ala tradisional sunda. Anda juga akan merasa sejuk dan nyaman karena banyak pepohonan di sekitarnya.
Kalau akhir pekan ini jalan-jalan ke kawasan Banten, mampirlah menyejukkan diri di rumah makan ini. Halaman luas yang teduh membuat suasana makan jadi semilir. Nasi timbel yang pulen, plus ikan mas goreng yang renyah garing makin enak dicocol sambal cobek. Hmm... kalau mau sambil mancing ikan bisa lho!