Rusia melancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina. Serangan ini dikecam oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai upaya keji untuk menyebarkan teror.
Seiring meningkatnya jumlah tahanan politik di Rusia, LSM bergerilya mencari bantuan guna membantu tahanan memenuhi kebutuhan, hingga merawat keluarga mereka.
Jerman menuduh Rusia melakukan serangan siber dan menyebarkan disinformasi menjelang pemilihan umum. Rusia membantah tuduhan tersebut sebagai tidak berdasar.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa mereka telah menembak jatuh 251 drone atau pesawat nirawak Ukraina sepanjang Minggu (5/10) malam waktu setempat.
Militer Korsel mengerahkan sejumlah jet tempurnya setelah mendeteksi pesawat-pesawat militer China dan Rusia terbang keluar-masuk zona pertahanan udaranya.