Setidaknya 56 petempur pemberontak tewas dan 100 lainnya terluka dalam serangan udara oleh pesawat tempur Rusia di sebuah kamp pelatihan militer di Suriah.
Suriah memastikan keterlibatan gerilayawan oposisi dalam konflik antara Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh. Pernyataan itu kian menyudutkan Turki.
Presiden AS, Donald Trump, mengakui pernah ingin membunuh Presiden Suriah, Bashar al-Assad, dengan operasi militer tahun 2017, namun ditentang eks Menhan AS.
Pelapor khusus PBB menyimpulkan serangan udara Amerika Serikat yang menewaskan komandan pasukan elite Quds Iran, Qasem Soleimani, melanggar hukum internasional.