Dua puluh sembilan pertandingan, 24 pemain terbaik. Luis Figo menjadi orang terakhir yang dinobatkan menjadi "man of the match". Pemain terbaik memang tak harus mencetak gol.
Bukan lagi Pierluigi Collina yang diberi tugas kehormatan memimpin pertandingan besar. Adalah wasit asal Jerman Markus Merk yang ditugasi mengadili final Euro 2004.
“Lebih mudah bikin gol melawan Belanda ketimbang Latvia. Skor bisa saja 7-7 karena mereka bermain terbuka,” kata pelatih Republik Ceko Karel Brueckner.
Setidaknya dua rekor dicatat Rusia pada Euro 2004. Mereka tim pertama yang tersingkir, tapi gol pemainnya, Dmitry Kirichenko, adalah yang tercepat di Piala Eropa.
Gol Bek Belanda Wilfred Bouma ke gawang Republik Ceko adalah yang tercepat keempat dalam sejarah Piala Eropa. Latvia mengemas poin pertama di turnamen besar.
Yunani menjadi tim paling mengejutkan, sementara Swedia menjadi tim paling produktif. Apa lagi yang disajikan oleh tiap grup dalam empat hari perhelatan Euro 2004?
Duel Latvia vs Rep Ceko pantas disebut sebagai duel pengusung semangat Balkan. Pasalnya keduanya sama-sama punya ciri khas negara-negara Balkan: semangat pantang menyerah!
Dua negara Skandinavia mendongkrak geliat Euro 2004. Denmark mengajari Italia bagaimana bermain menyerang; Swedia memberi contoh bagaimana bikin banyak gol.