Debu vulkanik akibat aktivitas Gunung Merapi menyelimuti Kota Yogyakarta. Meski hujan abu sudah reda, debu vulkanik berterbangan tertiup angin. Pada Jumat pagi ini jalan-jalan di Yogyakarta memutih, dan banyak sekolah yang diliburkan.
Kondisi Gunung Merapi yang terus mengganas sejak kemarin malam berimbas pada daerah-daerah yang jaraknya terbilang cukup jauh. Puluhan pohon di desa Kedungpucang, Kecamatan Bener, Purworejo yang berjarak sekitar 60 km dari Merapi tumbang.
Matahari di wilayah Purwokerto Banyumas tak terlihat dgn jelas karena abu vulkanik. Hujan abu semakin deras. Suasana pagi terasa seperti sore hari. (Arwan)
Gunung Merapi ternyata belum berhenti bergemuruh mengeluarkan awan panas sejak Jumat malam. Hujan abu semakin tebal. Akibatnya sekolah yang berada di Sleman dan Magelang diliburkan.
Kondisi Gunung Merapi terus mengganas menyebabkan rute penerbangan menuju Yogyakarta juga terus terganggu. Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, ditutup sejak pukul 06.00 WIB-09.00 WIB, Jumat (5/11/2010).
Tiap hari otoritas kegunungapian di bawah Badan Geologi Kementerian ESDM menghitung semua jenis gempa Merapi yang tercatat oleh seismograf. Namun sejak Kamis kemarin, menghitung bukan perkara gampang karena semua kategori gempa terjadi secara berentetan.