Sebuah festival sastra tingkat negara-negara ASEAN akan digelar di Jakarta akhir pekan ini. Mengusung jargon "Anthems for Common People", acara yang menampilkan rangkaian diskusi dan pertunjukan itu mengangkat penyair Wiji Thukul sebagai tema utama.
Kisah pilu Muhammad Nawawi Pulungan (54) dan Siti Aisyah Pulungan (8) menjadi perhatian dari antropolog. Sistem kekerabatan, klan atau marga dalam adat Batak yang dianggap bisa menjadi katup pengaman dalam persoalan sosial seperti ini, ternyata tidak berlaku.
Pemerhati anak Seto Mulyadi menilai bahwa kasus Siti Aisyah Pulungan (8) yang terpaksa berhenti sekolah dan merawat ayahnya di becak adalah bentuk dari ketidakpedulian masyarakat. Kak Seto mendesak pemkot untuk mencegah hal ini terulang hingga ke tingkat RT dan RW.
Plt Wali Kota Medan Dzulmi Eldin datang, Siti Aisyah Pulungan (8) dan ayahnya segera dibawa ke rumah sakit, meninggalkan becaknya. Kini becak dayung itu terparkir di aula Kantor Lurah Masjid, Kecamatan Medan Kota.
Upaya pemulihan kesehatan Muhammad Nawawi Pulungan (54), ayah Siti Aisyah Pulungan (8) kini sedang dilakukan. Perawatannya berlangsung di RSU Pirngadi, Jalan HM Yamin, Medan, Sumut.
Sejak menderita sakit, Muhammad Nawawi Pulungan (54) mengandalkan perawatan pada putri semata wayangnya, Siti Aisyah Pulungan (8). Kepada siapapun yang ingin menolong, Nawawi berharap mereka jangan dipisahkan.