Partai Demokrat (PD) yakin konvensi capres PD akan melahirkan capres potensial. Bahkan yang mampu mengalahkan elektabilitas Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi).
Berbagai survei menyatakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjadi capres paling potensial di pemilu 2014 mendatang. Namun hingga Jokowi kini belum menentukan sikap.
Hingga bulan Juli ini, Jokowi telah merajai 17 hasil survei sepanjang akhir tahun 2012-2013. Dalam statistik politik internal PDIP, Jokowi mengalahkan Mega dalam sebuah formulasi permodelan. Namun begitu, akankah Megawati sebagai Ketua PDI Perjuangan merestui Jokowi nyapres?
Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra disarankan untuk menjadi calon wakil presiden. Yusril dinilai cocok mendampingi Joko Widodo atau Prabowo Subianto.
Partai Gerindra menggadang-gadang duet Prabowo-Jokowi di Pilpres 2014. Adik Prabowo, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo, menilai duet ini bisa terwujud jika ada restu Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Ahok turut angkat bicara soal kemungkinan pencapresan Jokowi. Ahok menyebut bisa saja Jokowi menjadi RI 1, jika garis tangannya memang demikian. PDIP, partai tempat Jokowi bernaung, merespon 'ramalan' Ahok.
Sejumlah tokoh internal PDIP kabarnya mulai menggadang-gadang Joko Widodo (Jokowi) menjadi capres di 2014. Tak bisa dipungkiri, saat ini Jokowi adalah tokoh PDIP dengan elektabilitas tertinggi.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjadi tokoh paling populer di tahun 2013 versi survei Soegeng Sarjadi School of Goverment (SSSG). Jokowi memperoleh hasil 10 poin lebih tinggi dari Prabowo dan 23 poin melebihi Megawati.