Gonjang-ganjing politik yang terjadi di Bahrain mengancam penyelenggaraan GP F1 di negara itu. Mantan pembalap F1, Niki Lauda, mendesak agar GP Bahrain dibatalkan.
Imbas revolusi di Tunisia dan Mesir berimbas ke Bahrain. Amerika Serikat (AS) meminta Bahrain menahan diri dalam menggunakan kekuatan militer untuk menangani aksi unjuk rasa menentang pemerintah.
Keretakan di tubuh rezim Bahrain mulai muncul setelah dua pejabat mundur dari pemerintahan di tengah protes atas upaya pembubaran demonstrasi yang makan korban tewas.
Sejumlah laporan yang dihimpun BBC mengatakan telah terjadi aksi unjuk rasa di kota Benghazi, Libya Timur. Di beberapa titik kota itu, jumlah pengunjuk rasa dilaporkan mencapai hingga 2.000-an orang.