Kenaikan harga minyak membuat sejumlah BUMN ketiban rejeki. Laba menggelembung, sehingga BUMN bersangkutan diminta untuk menyetor dividen lebih banyak.
BEJ menilai pembagian dividen HM Sampoerna yang diberi nama dividen final tak tepat karena harusnya diputuskan dalam RUPS bukan hanya keputusan direksi.