Elektabilitas para peserta konvensi capres PD tertinggal sangat jauh dari elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Jokowi. Ketua Harian PD Syarief Hasan menyatakan bahwa peserta konvensi masih memiliki harapan.
Survei terbaru yang dirilis oleh litbang Kompas menunjukan Gubernur DKI Jakarta Jokowi semakin melejit di angka 43,5%. Gubernur Sulawesi Utara yang mengikuti konvensi capres PD Sinyo Harry Sarundajang pun melirik Jokowi.
Elektabilitas capres Golkar Ical naik perlahan dari 8,8% pada pertengahan tahun 2013 menjadi 9,2% di survei terbaru yang dihelat harian Kompas. Kenaikan tersebut membuat Golkar kian yakin Ical bisa bicara banyak di Pilpres 2014.
Elektabilitas Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) menembus 43,5% di survei politik terbaru yang dirilis Litbang Kompas. Kalangan DPC PDIP menilai itu wajar.
Survei yang dilakukan Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas Jokowi menembus 43,5%, jauh di atas capres Gerindra Prabowo Subianto. Prabowo bahkan cenderung menurun di awal tahun 2014, Gerindra memahami hasil survei ini sebagai hal yang wajar.
Di survei terbaru yang dirilis Litbang Kompas, elektabilitas Jokowi semakin meroket, menembus angka 43,5%. Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun menangkap hasil survei itu sebagai masukan dari rakyat untuk partainya.
Elektabilitas Joko Widodo terus meroket menjelang Pemilu 2014. Kini sang Gubernur DKI mulai berfilosofi soal aliran air yang semakin deras. Apakah ini pesan tersirat Jokowi ke Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri?
Meski hasil pemilu legislatif baru bisa diketahui pada bulan April 2014, akan tetapi wacana siapa capres yang akan diusung oleh parpol peserta pemilu sudah mengemuka. Beberapa parpol yang diprediksi bisa menuai suara positif dalam pemilu mendatang pun sudah mengajukan sosok jagoannya.
Elektabilitas Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) terus meroket menembus 43,5% di survei yang dilakukan Litbang Kompas. Partai Gerindra tak risau, karena sampai saat ini Jokowi baru bakal capres rencana.