Tahun baru Imlek selalu identik dengan hadirnya dodol China. Akrab dengan sebutan Nian Gao ataupun kue keranjang, kue ini melambangkan kesuksesan dan keberuntungan. Bentuknya bervariasi, dari yang bulat sederhana, hingga dicetak dengan bentuk ikan koi, bunga matahari, juga emas batangan.
Belasan patung dewa-dewi di Klenteng Pay Lien San Jember, dimandikan menjelang Imlek. Ritual memandikan patung sebagai simbol mengantarkan dewa yang dipercaya saat ini sedang naik ke kahyangan.
Hari Raya Imlek tinggal menghitung hari, akhir pekan ini. Bagi Anda warga Jakarta, jangan lewatkan meriahnya menyambut Tahun Ular kali ini. Ada 4 mal yang menyuguhkan meriahnya Imlek di Jakarta, apa saja?
Makan Yee Sang bersama keluarga jadi salah satu tradisi penting saat tahun baru Imlek. Racikan salad dengan beragam jenis bahan ini merupakan beragam paduan cita rasa yang melambangkan kehidupan. Salad ini harus dinikmati beramai-ramai sambil mengucap doa!
Sajian ikan yang melambangkan sumber rejeki selalu disajikan saat perayaan imlek. Tak terkecuali warga Tionghoa di Tangerang. Namun jenis ikan yang tersaji adalah ikan bandeng yang memiliki filosofi tersendri.
Kebahagian Tahun Baru Imlek bukan hanya dirasakan warga keturunan Tionghoa. Senyum sumringah juga ditunjukkan penjual kepiting di Pasuruan. Bayangkan saja, omzet penjualannya meningkat 100%.
Perayaan Tahun Baru Imlek adalah waktunya keluarga dan teman berkumpul. Selama dua minggu di awal tahun, setiap rumah menyediakan tray of togetherness atau prosperity box. Kotak ini berisi manisan, buah yang diawetkan, biji-bijian, dan kacang untuk camilan.
Selain dodol Cina dan jeruk mandarin, suguhan mungil juga perlu disediakan. Apalagi jika rumah Anda banyak dikunjungi tamu anak-anak. Sediakanlah permen atau kacang-kacangan untuk camilan.
Dalam menu jamuan makan di tahun baru Imlek, ikan merupakan salah satu hidangan wajib yang harus disajikan. Ikan harus yang paling segar dan disajikan dengan utuh. Ikan pun memiliki makna tertentu untuk harapan di tahun baru.