Pemerintah dan militer Israel mengklaim serangan ke Gaza semata-mata diarahkan ke para "teroris". Pihak Israel berdalih, warga sipil yang menjadi korban adalah akibat kesalahan Hamas yang bersembunyi di antara rakyat sipil.
Serangan udara Israel telah menewaskan 11 anggota keluarga di Jalur Gaza, Palestina. Serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah PM Israel Benyamin Netanyahu mengatakan negaranya siap memperluas operasi di Gaza.
Otoritas Israel mempersiapkan serangan darat ke wilayah Jalur Gaza yang dikuasai militan Palestina. Hal ini akan dilaksanakan jika militan terus-menerus menembakkan roket ke wilayah Israel.
Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyesalkan jatuhnya korban jiwa atas aksi militer di Gaza. Namun, dia juga menegaskan kembali dukungan AS bagi Israel.
Puluhan ribu tentara Israel bersiaga untuk mengintensifkan serangan di Jalur Gaza setelah Yerusalem menjadi target serangan roket untuk pertama kalinya sejak 1970.