Majelis Ulama Indonesia (MUI) prihatin dengan maraknya ajaran atau aliran yang menyimpang (radikalisme) di Indonesia. Agar hal tersebut tidak terus meluas, MUI akan melakukan pencegahan.
Orang Islam yang suka dan sering memekikan suara keras dan jihad, sesungguhnya dia bukan membela Islam, tapi sedang meruntuhkan kewibawaan dan nama baik Islam.
Tertangkapnya sejumlah remaja dalam penggerebekan terduga pelaku terorisme di Sukoharjo mengagetkan banyak pihak. Karena itu untuk melindungi remaja dari gerakan radikal pemerintah diminta melakukan tindakan
KPAI meminta Kemnag tidak diam saja melihat kondisi anak-anak di panti asuhan Ahmadiyah di Tasikmalaya. Harus ada perlindungan atas anak-anak itu, utamanya dalam ajaran agama.
Kepala BNPT, Ansyaad Mbai, mensinyalir penanaman pemahaman radikalisasi sering terjadi di kalangan pelajar dan mahasiswa. Salah satunya di pondok pasantren-pasantren dan kampus-kampus favorit.
Masalah terorisme di Indonesia belum tuntas hingga ke akarnya. Untuk itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan melakukan kunjungan ke enam kota untuk meningkatkan peran ulama dalam mewujudkan pemahaman agama yang benar.
Radikalisme adalah ancaman riil yang bisa menceraiberaikan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. Karenanya, gejala radikalisme maupun pemikiran mengenai konflik peradaban harus dicegah.