Meski menyandang status tersangka dugaan penerimaan tidak wajar, nama Komjen Budi Gunawan telah disepakati oleh DPR RI untuk dijadikan Kapolri yang baru menggantikan Jenderal Pol Sutarman. Lalu apakah Presiden Joko Widodo tetap akan melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri?
Tengah malam Jumat telah berlalu, para Ketua Umum partai politik pendukung Presiden Joko Widodo yang telah berkumpul di rumah Ketua Umum PDIP telah setuju untuk mendukung tersangka kasus rekening gendut, Komjen Pol Budi Gunawan, menjadi Kapolri yang baru.
Perundingan ketiga islah Partai Golkar memunculkan rencana menggabungkan (merger) jabatan kepengurusan kedua kubu yang berselisih, yakni kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan kubu Agung Laksono. Pekerjaan ini bakal tak mudah.
Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang selama ini berbeda pandangan, kali ini kompak memuluskan Komjen Budi Gunawan dalam fit and proper test calon Kapolri.
Kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri semalam dijaga ketat karena beberapa petinggi parpol dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH) rapat dadakan di situ. Namun jelang siang ini, rumah itu tampak sepi.
Sejumlah ketum parpol KIH berkumpul di kediaman Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri Selasa (13/1) malam pasca penetapan Komjen Budi Gunawan jadi tersangka. Namun sepertinya pertemuan itu tak jadi digelar di rumah Mega, melainkan di sebuah restoran di daerah Menteng.
Kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Jl Teuku Umar Nomor 23, Menteng, Jakarta Pusat, sudah tidak seketat semalam. Rumah bercat putih itu kini tampak lengang.
Sekitar pukul 08.00 WIB tampak ada mobil Lexus berwarna hitam dengan nomor polisi B 2688 YS memasuki rumah berpagar putih tersebut. Mobil itu milik Plt Sekjen PDIP Hasto Kristanto.
Koalisi Merah Putih di DPR selama ini mengkritik setiap kebijakan Presiden Joko Widodo. Namun terkait calon Kapolri, KMP tak menentang sama sekali pilihan Jokowi.