Bagi pecinta kopi, kopi instan tak cukup memuaskan selera. Makanya, terkadang mereka memilih jauh-jauh ke kedai kopi daripada harus menikmati kopi instan seduh. Namun, dengan alat ini, masalah tersebut bisa teratasi.
Sukses dengan kedai kopi globalnya kali ini Starbucks membuka sebuah kedai teh. Beragam jenis teh dari berbagai negara bisa dinikmati hangat bersama aneka kue, roti dan makanan kecil lain.
Di Pra Athit, Bangkok, Thailand, ada sebuah warung kopi kecil. Logo, warna, dan namanya mengingatkan kita akan jaringan kopi internasional Starbucks. Ternyata, warung bernama Starbung Coffee ini memang sedang berurusan hukum dengan Starbucks.
Starbucks, sedang disorot oleh media China. Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu dituduh menjual kopi lebih mahal di China ketimbang di negara lain.
Departemen Tenaga Kerja AS mencatat ada 375 orang pekerja tewas ditembak di kantor pada 2012. Perusahaan melarang bawa senjata tapi pemerintah justru mendukung. Mengapa?
Biaya hidup di Jepang terkenal tertinggi di dunia. Harga-harga di Amerika juga tak bisa dibilang murah. Namun, secangkir kopi Starbucks di kedua negara ini ternyata lebih murah dibanding kopi yang sama di China, negara yang harga barang-barangnya dikenal terjangkau.
Sekitar awal Oktober lalu, Starbucks meluncurkan Duffin atau persilangan donat dan muffin di 730 gerainya di Inggris. Tampilannya seperti muffin, namun rasanya seperti donat dengan isi selai raspberry. Namun, sebuah toko kue kecil di London mengklaim Starbucks telah mencuri resepnya.