Tahun ini, subsidi BBM diperkirakan melampaui dana yang sudah disediakan yaitu Rp 246,5 triliun. Penyebabnya adalah kuota BBM bersubsidi yang bakal lebih dari perkiraan 46 juta kilo liter.
Pemerintah, BI, dan Komisi XI DPR RI menyepakati sejumlah asumsi makro ekonomi untuk RAPBN 2015. Pertumbuhan ekonomi diasumsikan 5,8% dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp 11.600 per dolar AS.
Pemerintah, BI, dan Komisi XI DPR memulai pembahasan asumsi kebijakan makro ekonomi dalam RAPBN 2015. Asumsi ini akan menjadi dasar perhitungan postur anggaran negara yang bakal dijalankan oleh presiden terpilih, Joko Widodo.
Menkeu Chatib Basri menegaskan opsi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di akhir 2014 tak akan efektif mengerem konsumsi BBM di masyarakat.
Chatib Basri, Menteri Keuangan, menyatakan masih ada cara untuk mengatasi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang melebihi kuota penyaluran 46 juta kilo liter (KL). Namun menaikkan harga, justru lebih mudah karena tidak perlu izin DPR.
Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengakui jika kuota BBM subsidi 2014 sebesar 46 Juta KL terlampaui maka bisa ditambah jika dalam kondisi darurat.