Selain melakukan perampingan karyawan, taksi Express juga berencana mengurangi beban utangnya dengan menjual aset yang tidak terpakai, total luasnya 14,5 ha.
CEO Taksi Express, Benny Setiawan mengatakan, karyawan yang dipangkas kebanyakan adalah karyawan support alias pendukung operasi. Bukan driver atau pengemudi
Berita terpopuler hari ini datang dari Kaesang Pangarep yang blak-blakan soal biaya hidupnya di Singapura. Jokowi pernah lho kelupaan kirim duit ke Kaesang.