Benarkah logika sebagian kalangan yang menganggap penolakan terhadap poligami sebagai penolakan terhadap ajaran Islam, atau bahkan merepresentasikan anti-Islam?
Krisis politik dan kemanusiaan sejak 2011 meluluhlantakkan banyak negara Timur Tengah. Propaganda kelompok radikal gagal memenuhi janji-janji manisnya.
Pasca-badai musim semi 2010, belum ada tanda-tanda yang memberikan harapan tumbuhnya demokrasi secara substantif di Timur-Tengah. Tunisia menjadi pengecualian.
Setelah diumumkan terpilih sebagai presiden Turki dalam pilpres Senin kemarin, Erdogan mengucapkan sebuah kalimat yang mengindikasikan kekuatan aqidahnya.
Tesis bahwa politik Islam saat ini sedang menuju moderasi tampaknya sudah menjadi usang. Premis post-Islamisme tak mampu lagi menjelaskan fakta-fakta baru.
Sebenarnya langkah pemerintah mengambil keputusan hukum atas pembubaran organisasi HTI terbilang telat jika dibandingkan dengan negara-negara di Timur-Tengah.