Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia mengekspor prekursor atau bahan baku baterai ke Amerika Serikat. Bahan baku baterai tersebut untuk Tesla.
PT Aneka Tambang Tbk bersama perusahaan asal China dan Korea Selatan akan membangun pabrik baterai kendaraan listrik. Nilai investasinya sekitar Rp 80 triliun.
Indonesia memulai produksi baterai LFP dengan investasi US$ 350 juta. Pabrik di Kendal diharapkan penuhi permintaan global dan ciptakan 2.000 lapangan kerja.
Bamsoet menerangkan pengembangan kendaraan listrik adalah wujud keseriusan Indonesia dalam implementasi transisi energi menuju energi baru dan terbarukan.