Sekelompok pengeroyok sempat melarikan diri saat prajurit Paskhas melepas tembakan peringatan. Namun, kejadian itu hanya awal dari peristiwa besar selanjutnya.
Dua korban dari Paskhas adalah Didik Prayudi, terkena pukulan menggunakan batu di bagian kepala atas leher. Dan Atok Tri Utomo, yang terkena sabetan parang.
Keberadaan penerbangan perintis di Papua sudah cukup lama berlangsung. Namun sekarang, penerbangan perintis sudah mulai sepi dan banyak ditinggalkan orang.