Akibat robohnya selasar BEI, tentu tak hanya meninggalkan luka secara fisik, tapi juga luka secara psikis. Lantas, bagaimana menyembuhkan 'luka' psikis itu?
Korban ambruknya selasar BEI mengalami luka-luka. Bila dilihat dari sisi psikologis, apakah para korban kemungkinan menjadi trauma pasca insiden tersebut?