Daun kersen rupanya menyimpan manfaat. Pelajar di Lamongan memanfaatkan daun kersen sebagai bahan pengawet buah tomat yang selama ini dikenal gampang membusuk.
Kandungan di dalam pohon kersen dimanfaatkan Mahasiswa Unair membuat inovasi. Dengan memanfaatkan daunnya, terciptalah hand sanitizer atau antiseptik tangan.
Warga di Kabupaten Mojokerto tradisi Keresan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Warga sangat antusias untuk ikut berebut hadiah yang diikat di pohon Keres.
Kepedulian Adinda Alifiansi Candra Dewi, siswi SMK Theresiana Semarang terhadap lingkungan membawanya ke Asia-Pacific Conference of Young Scientists (APCYS) ke-3 di Taiwan. Ia meraih medali emas karena sukses meneliti biji kelor sebagai penjernih air.
Usai meresmikan PIMNAS ke-26, Mendikbud M Nuh meninjau karya-karya mahasiswa yang diperlombakan. Sebanyak 400 karya dipamerkan dalam bentuk poster di Auditorium Universitas Mataram (Unram).
Anak-anak kecil di hampir semua daerah di Indonesia biasanya paling suka bermain di bawah pohon Kersen atau Ceri yang banyak tumbuh di pinggir jalan. Buah kecil yang manis ini ternyata banyak sekali manfaat kesehatanya.
Kersen atau talok ada juga yang menyebut dengan ceri (Muntingia calabura) biasa digunakan sebagai tanaman peneduh. Tumbuhan ini memiliki buah kecil-kecil dan memiliki rasa manis yang tumbuh di batangnya.