Nurma mengatakan kepala sekolah, guru BP hingga dewan guru diperiksa. Hingga kini pihak kepolisian masih mendalami motif pasti tersangka melakukan pembunuhan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyoroti faktor emosi terpendam di kasus remaja bunuh ayah dan neneknya di Jaksel.
Remaja MAS (14) diperiksa setelah membunuh ayah dan neneknya. Polisi bantah dugaan pelaku nekat karena dipaksa belajar. Pelaku menyesal dan minta maaf.
Polisi mengungkap soal 'bisikan' yang didengar remaja MAS sebelum membunuh ayah dan neneknya. Bisikan itu membuatnya ingin ayah dan ibunya masuk surga.
Remaja di Cilandak meminta maaf setelah membunuh ayah dan neneknya sendiri. Dia kini mendoakan ibunya yang ditusuknya sembuh dan berharap bisa bertemu.