Menurut Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi pola pendidikan yang tersentral di sekolah khususnya di ruang kelas, dinilai sebagai penjara yang membebani para pelajar.
Bupati Dedi menerapkan pendidikan berkarakter berbudaya yang mengedepankan pola aplikatif dibanding dengan mengikuti kurikulum nasional yang lebih akademis.
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, menyesalkan tindakan anarkis pelajar yang berujung pada pembacokan. Pembacokan terjadi di Purwakarta, pada Jumat (18/11/2016).
Subsidi diperuntukan bagi 10 ribu warga Purwakarta yang belum memiliki toilet. Warga yang sudah punya toilet tetapi tidak sesuai dengan standar, akan disubsidi.
Abah Asma mewanti-wanti agar Dedi tidak mengikuti jejaknya semasa muda yang sering menghabiskan uang keuntungan jualan dengan ikut saweran dalam acara bajidor.