Ketua DPD DKI Jakarta PDIP nonaktif Agung Imam Sumanto menyerahkan laporan dugaan manipulasi dana kampanye Fauzi Bowo-Prijanto. Agung meminta pelantikan Fauzi dan Prijanto ditunda.
Meski baru akan dilantik pada 7 Oktober, cawagub DKI Jakarta terpilih Prijanto sudah gencar menyambangi dinas-dinas di Pemprov DKI Jakarta. Mantan Aster KSAD ini menyoroti banjir, busway, dan taman.
Agar tidak ada miskomunikasi dan misinterpretasi seputar kebijakan Pemprov DKI Jakarta, Cawagub terpilih DKI Jakarta Prijanto menilai diperlukan deputi bidang komunikasi.
Sebuah surat berkop DPD PDIP DKI Jakarta dari Ketua DPD DKI Agung Imam Sumanto dikirim ke DPP PDIP. Dalam surat itu, Agung menjelaskan soal dana kampanye Rp 7.035.663.000 untuk Fauzi-Prijanto.
Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Agung Imam Sumanto dinonaktifkan karena terlibat politik uang Slamet Kirbiantoro. Namun, Agung mengatakan DPP PDIP tahu dan mengizinkan mahar itu.
Kasus permintaan uang mahar dalam Pilkada DKI Jakarta mengemuka beberapa waktu lalu. Setelah sejumlah pengurus DPD DPIP DKI diperiksa, akhirnya sanksi pun dijatuhkan.
DPP PDIP mengambil tindakan tegas terhadap pengurus DPD PDIP DKI Jakarta yang terlibat politik uang pada pilkada lalu. Bahkan Ketua DPD Agung Imam dikabarkan sudah dicopot.
Gonjang-ganjing di tubuh PDIP DKI Jakarta pasca pilkada terus berlanjut. Terakhir, Prijanto yang berduet dengan Fauzi Bowo, diisukan jadi ketua DPD PDIP DKI Jakarta.