Presiden Filipina Benigno Aquino banjir kecaman menyusul aksi penyanderaan yang menewaskan 8 turis Hong Kong di Manila. Menanggapi hal itu, Aquino pun mengimbau masyarakat untuk berhenti menyerang pemerintah.
Warga Filipina di Hong Kong ikut merasakan imbas kemarahan yang muncul akibat drama penyanderaan berdarah di Manila yang menewaskan delapan turis Hong Kong. Sebagian warga Filipina yang tinggal di Hong Kong bahkan mengkhawatirkan keselamatan diri dan keluarganya.
Presiden Filipina Benigno Aquino III menetapkan hari Rabu (25/8) sebagai Hari Berkabung Nasional bagi semua warga Filipina. Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk solidaritas atas tewasnya delapan turis Hong Kong dalam drama penyanderaan berdarah di Manila.
Pemerintah Hong Kong mengeluarkan larangan bepergian ke Filipina bagi warganya menyusul drama penyanderaan yang merenggut 8 nyawa turis Hong Kong di Manila, Filipina.
Pemerintah China mengutuk keras penyanderaan di Manila, Filipina yang menewaskan delapan turis Hong Kong. Beijing pun mendesak Manila untuk memastikan keamanan warga China di negeri itu.
Pemimpin Hong Kong Donald Tsang mengkritik cara penanganan krisis penyanderaan bus di Manila, Filipina. Delapan turis Hong Kong tewas setelah polisi Filipina menggempur bus wisata yang dibajak selama lebih dari 10 jam.