Polisi Myanmar yang menolak perintah militer untuk menembak demonstran antikudeta angkat bicara. Mereka mengundurkan diri dan mencari perlindungan ke India.
Ratusan pengunjuk rasa Myanmar yang sempat dikepung oleh pasukan keamanan di distrik Sanchaung, Yangon akhirnya diizinkan meninggalkan daerah tersebut.
Dua demonstran antikudeta di Myanmar kembali tewas setelah menerima tembakan pada Senin (8/3). Hal ini menambah jumlah korban yang tewas akibat kudeta.
Para demonstran antikudeta kembali berkumpul di seluruh Myanmar pada hari Senin, menyusul seruan serikat pekerja untuk mogok massal guna menekan militer.
Demonstrasi antikudeta di Myanmar kian hari kian gahar. Jumlah pendemo dan aksi kekerasan yang semakin meningkat bahkan membuat puluhan warga kabur ke India.
Situasi berbahaya kerap tidak terhindarkan dalam setiap aksi unjuk rasa. Informasi kesehatan seperti golongan darah bisa sangat berguna dalam kondisi darurat.