Banjarmasin adalah kota yang bangga akan sajian seafood-nya. Tetapi, kebanyakan seafood yang dimaksud adalah justru ikan dari sungai atau kawasan muara. Misalnya, masakan tradisional paling populer di Banjarmasin adalah haruan masak habang, yaitu ikan gabus yang dimasak dengan cabe merah - mirip bumbu bali pada masakan Jawa Timur-an.
Rasa gurih ikan haruan kering diiringi aroma wanginya bakal menggelitik hidung. Belum lagi rasanya yang gurih pedas dan enak ini bikin ketagihan jika dicicip.
Salah satu kenikmatan dari sebuah travelling adalah cinderamata atau oleh-oleh khas dari sebuah daerah yang dapat kita bawa pulang sebagai kenang-kenangan bahwa kita pernah melakukan kunjungan ke daerah tersebut. Tidak berbeda dengan perjalanan wisata saya kali ini, pesona keindahan alam Kalimantan yang berpadu dengan corak ragam unik budaya dari setiap masyarakatnya membuat saya berantusias untuk mencari cinderamata yang membuat saya dapat selalu mengingat tentang kekayaan bumi Borneo yang alami ini.
Di Italia, masing-masing kota mempunyai makanan khas yang dikenal dunia. Anda pasti kenal Spaghetti Bolognese dari Bologna atau Ossobuco Milanese dari Milan. PepeNero sendiri adalah salah satu resto yang menyajikan Ossobuco nan istimewa.
Dijuluki sebagai Kota Seribu Sungai, keunikan Banjarmasin kian lengkap dengan adanya Pasar Terapung. Pemandangan Sungai Barito di pagi hari dari perahu, sambil makan Soto Banjar dan minum teh manis, rasanya sangat nikmat.
Mencicip makanan di Pasar Terapung ternyata butuh keahlian akrobat. Gelombang-gelombang air yang terjadi akibat laju kelotok-kelotok lain membuat kelotok kami bergoyang kekiri dan kekanan. Membuat kami mengeluarkan teriakan-teriakan kecil. Pengalaman makan penuh tawa yang baru kali ini saya rasakan.
Kekayaan hayati Indonesia memang seperti tidak ada habisnya. Eksplorasi demi eksplorasi di pedalaman dan hutan Indonesia kerap kali menemukan spesies baru baik flora maupun fauna.