Perompak Somalia menjadi lanun atau perampok laut abad 21 yang ditakuti. Awalnya, para perompak ini bukan penjahat, hanya sekelompok pemuda yang kesal karena kapal-kapal membuang limbah di perairan Somalia.
Hingga saat ini tak ada keterangan resmi tentang jumlah korban di Libya. Namun menurut kelompok pemberontak Libya, pasukan Muammar Khadafi telah menewaskan setidaknya 10 ribu orang.
Aksi NATO di Libya dikritik oleh kelompok oposisi. NATO dianggap terlalu lamban bertindak terhadap pasukan Muammar Khadafi sehingga akibatnya, warga sipil menjadi korban.
Muammar Khadafi dituding telah merencanakan pembunuhan rakyatnya sendiri. Hal itu dicetuskan penuntut Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) yang tengah menyelidiki dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan atas Khadafi.
Mantan Presiden Pantai Gading, Laurent Gbagbo menolak mundur dari jabatannya pasca jajak pendapat yang dikawal PBB menetapkan Alassane Outarra sebagai presiden baru. Pasukan PBB melancarkan serangan terhadap kediaman kepresidenan yang diduduki Gbagbo.
Pemerintah Libya siap untuk melakukan reformasi namun menolak untuk membicarakan pengunduran diri Muammar Khadafi. Alasannya, Khadafi merupakan figur pemersatu bangsa.
Kelompok oposisi Libya siap untuk gencatan senjata. Namun dengan syarat, pasukan pro-Muammar Khadafi harus menghentikan serangan di kota-kota yang dikuasai pemberontak.