Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan terkait perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini dipengaruhi oleh sentimen global.
"Penguatan tersebut menjadikan penguatan tertinggi untuk hari ini di Asia," kata Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah.
Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga. Kebijakan ini diprediksi membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS makin lemah.