Beberapa hari setelah perang dengan Iran, pemerintahan Donald Trump mengidentifikasi persenjataan drone serang satu arah Shahed sebagai tantangan serius.
Militer AS mulai menghadapi kekurangan persediaan rudal utama, termasuk rudal Tomahawk dan rudal pencegat SM-3, saat serangan terhadap Iran terus berlanjut.