Prasasti Sangguran yang dibuat pada tahun 928 Masehi adalah surat keputusan Raja Dyah Wawa yang memberikan status otonomi khusus pada Desa Sangguran. Namun mengapa harus ada kalimat kutukan dalam prasasti yang kini telantar di pekarangan rumah bangsawan Inggris, Lord Minto?
Banyak artefak bersejarah Indonesia yang tercecer di luar negeri. Yang baru kembali adalah tongkat Kiai Cokro Diponegoro dari Belanda. Namun, yang diperjuangkan untuk kembali sejak 2006, Prasasti Sangguran alias Minto Stone, malah belum berhasil kembali.
Pemerintah Indonesia pernah berusaha melobi keluarga Lord Minto untuk meminta kembali Prasasti Sangguran pada tahun 2006 lalu. Namun sayang, usaha tersebut tidak berhasil
Prasasti Sangguran dari tahun 928 yang berisi kutukan kini telantar di pekarangan rumah milik keluarga bangsawan Lord Minto di di kawasan Hawick, Roxburghshire di perbatasan Skotlandia dan Inggris. Benarkah tuah kutukan Minto Stone -nama populer prasasti- itu?
Prasasti Sangguran dari tahun 928 M kini diketahui telantar di pekarangan rumah bangsawan Inggris, Lord Minto. Beberapa sejarawan mengatakan prasasti itu mengandung kutukan. Apa sebenarnya isi dari prasasti itu?
Prasasti Sangguran dari tahun 928 Masehi kini diketahui telantar di Inggris. Prasasti yang populer disebut Minto Stone itu bisa mencapai Inggris karena diambil Gubernur Jenderal Inggris di Jawa, Thomas Stamford Raffles atas izin penguasa lokal, Bupati Malang saat itu.
Prasasti Sangguran dari tahun 928 Masehi yang berasal dari wilayah sekitar Malang, Jawa Timur diinformasikan telantar di Inggris. Bagaimana penampakan telantarnya prasasti yang populer disebut Minto Stone itu di Inggris?
Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa saat ini sedang mengasuh 9 orang balita yang telantar. Beberapa tidak diketahui keluarganya, sebagian lagi ditinggal begitu saja oleh orangtua mereka.
Purwanti (57), TKW asal Desa Kedungwuluh Kidul, Kecamatan Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah ditemukan telantar di Malaysia. Wanita yang sudah 12 tahun hilang ini akhirnya berkumpul dengan keluarganya di Indonesia.