Kota di delta Sungai Mekong ini dulunya dikenal dengan nama Saigon. Tetapi, setelah 1975, kota ini bersalin nama menjadi Ho Chi Minh City. Yuk, simak apa saja yang layak dikunjungi di kota ini dan intip pula kelezatan kuliner yang wajib dicicipi!
Seru dan meriah! Itulah suasana pantura yang diboyong sebagai ciri khas rumah makan ini. Makanan serba sederhana dan sedap jadi andalannya. Mau nasgor hijau, mi godog atau suun goreng atau siomay kampung? Semuanya disajikan panas mengepul! Slrupp... sedapnya!
Penggemar masakan Jepang di Indonesia sudah semakin banyak. Saking banyaknya, resto Jepang di Indonesia juga sudah membagi "kelas"-mya masing-masing. Ada yang fine dining dengan harga super-duper mahal. Ada yang di kelas menengah. Bahkan ada juga kelas warung tenda.
Kalau kangen nasi gudeg, nasi langgi atau nasi pecel, mampirlah ke rumah makan ini. Semua hidangan khas Jawa diolah dengan bumbu yangkomplet dan miroso. Kupat tahu yang gurih dengan kuah yang encer manis-manis pedas, benar-benar jadi penumpas rasa kangen masakan Jawa.
Makan nasi yang digoreng terlebih dahulu sudah tak asing di lidah. Tapi bagaimana ya, rasanya nasi yang sudah digoreng, lalu dipanggang dan diberi toping keju mozarella di atasnya? humm.. menggiurkan bukan?
Pasar tradisonal di jantung kota Tangerang ini meskipun mungil tetapi lengkap dan meriah. Ada aneka dodol, keperluan sembahyang, hiasan, aneka buah segar, bandeng super hingga beragam panganan lezat. Mau jajan asinan, soto mi, nasi ulam atau opak karamel? Semuanya ada!
Di saat tiupan angin terasa semilir dingin, paling enak memang manyantap hidangan yang satu ini. Kuahnya bening, gurih dan wangi. Irisan dadar berisi ayam, ati ampela dan telur pindang yang kecokelatan membuat rasanya mantap. Apalagi setelah diaduk dengan sedikit sambal kecap rawit! Hmm..gurih, manis, pedas!
Menebus rindu makanan Solo sangat pas dilakukan di resto ini. Mau nasi pecel, nasi langgi atau nasi urap, semuanya disajikan apik. Bumbunya sedep miroso, khas Jawa. Serabi Solo yang hangat renyah pinggirnya pun siap jadi pembilas rasa pedas. Mau coba?
Sudah pernah makan ikan gabus? Ikan air tawar yang tampangnya tak terlalu keren ini dagingnya tebal gurih dan enak. Di tempat ini gabus diolah dengan aneka bumbu. Gabus pucungnya tampil elegan di panci berpemanas, mendesis dengan kubangan kuah hitam kecokelatan yang pedas-pedas gurih!