Olahraga ekstrem seperti panjat dinding ternyata tak hanya digemari orang dewasa, anak-anak pun siapa sangka berani adu nyali. Seperti Cantika (10), murid SD Cibiru 4 ini sudah 8 bulan menjadi member eiger CLub.
Mahitala Unpar yang menorehkan prestasi belum lama ini. Mereka berhasil menaklukan lima puncak Pegunungan Sudirman Papua. Kelima puncak itu untuk pertama kalinya didaki oleh orang Indonesia. Di mana empat diantaranya belum bernama.
Didukung dengan kesegaran alam terbukanya, Natural Hill menyuguhkan wahana permainan anak. 14 titik sarana permainan siap untuk melatih saraf motorik anak di Natural Hill
Pulau Sumbawa memiliki obyek wisata yang indah dan menarik untuk dikunjungi. Namun karena kurang diperhatikan pemerintahan setempat, obyek yang ada sepi peminatnya.
Saya tak pernah menulis buku untuk laris. Saya selalu mencadangkan kalau buku saya tak disukai orang, karena memang saya tidak ingin menyenangkan orang. Saya ingin menyampaikan apa yang menurut saya perlu.
Bagi dr Erina (29), keselamatan pasien nomor satu. Dia mengantarkan pasien yang akan melahirkan ke RSU Fakfak. Tapi, saat pulang, mobil ambulans yang dibawa Erina masuk jurang. Erina tewas.
Nasib malang menimpa bocah bernama Rahmad. Dia tertimbun longsoran bukit Ngarai Sianok, beberapa detik setelah gempa. Hingga kini, Rahmad belum ketemu.
Togo yang kecil dan miskin saja masuk putaran final Piala Dunia. Sedang kita yang 200 juta lebih penduduknya, dan tidak miskin-miskin amat, jadi jawara Asia saja kok susah. Dimana letak salahnya?
Panjat dinding saat ini bukan dianggap lagi sebagai olahraga untuk para pecinta alam saja. Anak-anak muda berusia belasan tahun ternyata mulai menggandrunginya juga.