PDIP memang tak terlalu menggebu-gebu mendorong Rano Karno jadi gubernur Banten. Karena Gubernur Ratu Atut sampai saat ini masih sebagai terperiksa kasus sengketa Pilkada di Banten di KPK.
Setelah menuding Chairun Nisa terlibat korupsi sengketa Pilkada karena membela PDIP, Partai Golkar kembali menyerang partai banteng. Kali ini Golkar menuding PDIP mengincar kursi gubernur Banten.
PDIP Banten mencabut dukungan ke duet Ratu Atut-Rano Karno di pucuk pimpinan Banten. Namun Partai Golkar yang juga pengusung duet tersebut masih mendukung keduanya.
PDIP Banten mencabut dukungan ke duet Ratu Atut-Rano Karno di pucuk pimpinan Banten. Golkar, partai yang bersama-sama PDIP mengusung Atut-Rano, pun angkat bicara.
Karena Wagub Rano Karno dianggap tidak bermanfaat untuk partai dan rakyat, DPD Banten bahkan telah mencabut dukungan ke Atut-Rano. Namun DPP PDIP justru membela.
Secara mengejutkan Ketua DPD PDIP Banten Ribka Tjiptaning melempar peluru keras ke Wagub Banten, Rano Karno. Wagub dari partainya sendiri tersebut dianggap tak patuh perintah partai agar pro rakyat, justru bersembunyi di ketiak Gubernur Ratu Atut. Benarkah?
Ketua DPD PDIP Banten Ribka Tjiptaning mengatakan PDIP Banten telah menarik dukungannya terhadap Rano Karno sejak 6 bulan lalu. Pernyataan ini mengundang tanya karena baru diumumkan saat Ratu Atut Choisiyah akan mendatangi KPK terkait kasus suap Akil Mochtar di KPK.