Laju IHSG gagal sempat ke kisaran support (4670-4685) namun, gagal bertahan di kisaran resisten (4712-4728) sehingga masih rawan profit taking jika sentimen yang ada tidak cukup kuat untuk melanjutkan kenaikan.
Saham-saham di bursa Wall Street AS berakhir negatif pada perdagangan di akhir pekan. Di tengah perdagangan, indeks S&P500 sempat menyentuh rekor intraday baru.
Sinyal dari Gubernur Bank Sentral AS yaitu Federal Reserve (The Fed) Janet Yellen soal rencana kenaikan suku bunga acuan di negara tersebut memiliki pengaruh besar ke dalam negeri.
Hari ini kami perkirakan IHSG akan cenderung bergerak mixed. IHSG masih rawan terhadap profit taking, namun penguatan bursa Global diharapkan dapat menekan laju pelemahan indeks.
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dengan support di 4.666 dan resisten di 4.730 berpeluang rebound dipicu aksi beli selektif.
Sepanjang 2013 lalu, rupiah menjadi mata uang paling terpuruk di kawasan Asia. Pelemahan atau depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar mencapai 26,27%.