Dalam laporan ke Washington, Kedubes AS memantau Ketum PAN Hatta Radjasa dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Ical menyanggah tudingan yang dilansir WikiLeaks.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjadi salah seorang yang dipantau AS terkait pergantian kepemimpinan nasional 2014. Hal ini justru bisa menjadi energi positif buat atasannya dalam menjalankan tugas.
Setelah sekian lama, situs WikiLeaks kembali membocorkan dokumen-dokumen rahasia Kedubes AS di Jakarta. Beberapa tokoh-tokoh penting ada di dokumen tersebut.
Ormas Nasional Demokrat, yang belakangan muncul sayap partai politiknya, rupanya tidak luput dari pemantauan pemerintah AS. Apa tanggapan AS? Nasdem dianggap lagu lama.
Selain Ketum PAN Hatta Rajasa, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical diprediksi sebagai calon kuat capres 2014. Namun Partai Golkar mengaku tidak risau soal itu.
Disebut akan bertarung kuat pada Pilpres 2014 melawan Ical oleh Wikileaks, Hatta Rajasa enggan berkomentar banyak. Dia hanya menegaskan PAN belum memutuskan apa-apa terkait Pilpres 2014.
Pemerintah Amerika Serikat, seperti dibocorkan situs Wikileaks, tengah memantau sejumlah tokoh yang akan bersaing di Pilpres 2014. Salah satu tokoh itu adalah Ketua PAN, Hatta Rajasa. PAN pun menilai apa yang dilakukan AS ini sebagai hal yang lumrah.
Pemerintah AS memantau betul siapa kira-kira yang akan menggantikan Presiden SBY. AS memperkirakan Ketum PAN Hatta Rajasa dan Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie akan maju dalam Pilpres 2014.
"Yang jelas saya minta tidak perlu mengait-ngaitkan dengan restu asing. Siapapun calonnya saya harap tidak ada embel-embel asing," ujar Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso.