Di depan Stasiun Babat inilah saya menemukan warung-warung yang berjejer rapi dengan menu yang hampir sama, yaitu nasi pecel, nasi rawon, asem-asem, dan soto. Karena saya tidak suka makanan yang banyak lemak dan kolesterol akhirnya pilihan jatuh pada nasi pecel ala Stasiun Kereta Api Babat ini.
Taman Nasional Ujung Kulon merupakan tempat wisata yang sangat menarik dan unik. Kenapa menarik? Karena jauh dari apa yang saya bayangkan. Awalnya saya membayangkan akan berlibur di pulau yang damai, tentram, dan jauh dari keramaian, di mana saya bisa bersantai. Kenyataannya jauh dari apa yang saya prediksikan tapi jauh lebih menarik. Inilah cerita saya di Taman Nasional Ujung Kulon selama empat hari.
Perpaduan berbagai macam bumbu menghasilkan citarasa makanan yang begitu lezat dan sangat khas. Berikut ini resep variasi olahan pepes yang bisa dicoba.
Jajanan di tempat ini sangat disukai para ibu yang mengecek kehamilan atau senam hamil. Semuanya diracik hangat. Tinggal pilih soto mie, sate ayam, gado-gado, siomay, nasi goreng dan rujak buah. Sedap dan mengenyangkan. Yang tidak hamilpun boleh jajan lho!
Meskipun bukan dari beras merah, nasi item juga tak kalah gurihnya. Nasi yang dimasak bersama kluwak ini memiliki aroma spesial. Apalagi jika disantap saat makan bersama keluarga, hmmm.
Botok atau pepes ini rasanya gurih-gurih pedas. Bisa dibungkus daun pisang atau ditaruh dalam wadah tahan panas. Enak dimakan hangat sebagai lauk yang sedap.
Camilan yang satu ini rasanya gurih legit dengan aroma wangi nangka. Meskipun sederhana, camilan yang hanya dijajakan setahun sekali ini jadi favorit banyak orang lho!
Lamang yang satu ini rasanya begitu gurih pulen. Baunya yang khas pun menguar harum dengan aroma wangi daun pisang. Dicocol sirop gula merah atau tapai ketan, diijamin bikin kangen!
Kudus, Demak, Pati, dan Desa Tuyuhan menyimpan kuliner yang sayang untuk dilewatkan saat Anda melintas di jalur ini. Resto mana saja yang dapat Anda singahi? Intip dulu di sini!