Dirut Pertamina Dwi Soetjipto mengungkapkan, mulai berkurangnya produk-produk subsidi yang dijual Pertamina, malah membuat operasi bisnis perusahaan lebih lincah.
Harga minyak mentah dunia saat ini terus anjlok di bawah US$ 40 per barel. Kondisi ini justru membuat Pertamina terus meningkatkan produksi migasnya tahun ini.