Aliando menggelar aksi 13.11 untuk menagih janji tiga aplikator terhadap tuntutan mereka sebelumnya. Menanggapi aksi Aliando itu, Grab memberikan tanggapan.
Penerapan tarif terlalu rendah dan banjir promo salah satu aplikator transportasi online berpeluang menciptakan perang tarif yang harus diwaspadai pemerintah.
"Menyangkut masalah tarif, kita sudah mengeluarkan Peraturan Dirjen untuk tarif taksi online. Tinggal kita sekarang memastikan aplikator menerapkan regulasi,"
Pemerintah mengancam akan membekukan operasi perusahaan jasa angkutan online berbasis aplikasi yang tak mampu menjamin keamanan dan keselamatan penumpangnya.
Grab menegaskan tidak mentoleransi atau melakukan peninjauan ulang kepada driver yang terbukti melakukan tindakan kriminal dan melanggar kode etik Grab.
Ribuan mitra driver kembali mendemo Grab di kantornya di Gedung Lippo Kuningan, Jakarta Selatan. Lantas bagaimana perusahaan ride sharing ini menanggapinya?