Pemerintah berencana menarik dividen sebesar 35 persen kepada BRI dari perolehan laba bersih tahun buku 2008. Jumlah ini lebih rendah dari setoran tahun lalu yang sebesar 50%.
Berbeda dengan pasar saham yang sudah mulai ramai, pasar obligasi diperkirakan baru akan kembali atraktif setelah pesta politik pemilihan presiden selesai sekitar Oktober 2009.
Menkeu Sri Mulyani pernah mengeluarkan surat yang berisi tidak ada privatisasi BUMN pada tahun ini. Kementerian BUMN berusaha agar ada surat lanjutan untuk mencabut surat itu agar BUMN bisa privatisasi.
Nilai emisi obligasi perusahaan-perusahaan baik yang sudah listing maupun yang baru akan listing sudah mencapai Rp 16,3 triliun di 2009. Jumlah tersebut masih bisa bertambah lagi.
Sejumlah pihak memprediksikan peluang BI Rate kembali turun sangat besar karena masih terjadi penurunan demand barang dan jasa. BI Rate bisa turun menjadi 7%.
BNI berencana menurunkan suku bunga konsumer ke level 13-14 persen dan suku bunga korporasi ke 11 persen menanggapi deflasi 0,31% di bulan April. Bunga simpanan BNI juga akan diturunkan.
Saya berharap BTN selaku penyedia KPR dapat mengimbau pihak Developer Bumi Permai Agranusa dapat memperbaiki atau merevisi ke BPN. Namun, hingga bulan April 2009 revisi sertifikat tidak kunjung selesai.