Sebuah gereja AS yang berencana membakar al-Quran pada 11/9 tidak akan menggubris kutukan internasional. Mereka, yang hanya memiliki 50 jamaah, tetap akan merencanakan aksi yang dikutuk internasional itu.
16 orang tewas dan 50 orang luka-luka saat sebuah bom mobil meledak di sebuah kompleks Kepolisian di Pakistan. Ledakan tersebut terjadi di Kota Kohat, setelah beberapa jam Taliban mengancam Pemerintah Pakistan dengan serangan bunuh diri.
Panglima militer AS di Afghanistan, Jenderal David Petraeus mengingatkan, nyawa para tentara AS akan dalam bahaya jika gereja di Florida jadi melakukan aksi pembakaran Alquran.