Aksi kekerasan yang dilakukan kelompok geng motor kerap terjadi di Ibu kota. Sebagai kota besar, Jakarta memang tempat subur bagi lahirnya kelompok geng.
Menurut sejumlah saksi, pelaku penyerangan kantor Polsek Metro Matraman, Jakarta Timur adalah pria berambut cepak. Namun, pihak Kodam Jaya membantah para pelaku adalah oknum anggota TNI.
Kaca-kaca jendela dan pintu Mapolsek Matraman pecah berserakan setelah diserang sekelompok massa yang diduga geng motor. Kaca mobil X-Trail dan mobil patroli turut jadi korban. Kerugian ditaksir Rp 12 juta.
Polisi bereaksi keras terhadap aksi penyerangan yang dilakukan terhadap Polsek Matraman, Jakarta Timur. Penyerangan itu sama saja dengan pelecehan terhadap simbol hukum.
Hingga saat ini, polisi belum memeriksa satu pun pelaku penyerangan Markas Polsek Matraman. Kepolisian masih mengecek alamat joki balap motor bernama Maulana, yang kena razia patroli perintis Polda Metro Jaya.
Kapolsek Matraman, Kompol Kasworo, buka-bukaan seputar penyerangan 'markasnya' oleh sekelompok massa. Penyerangnya ada 30-40 orang. Umumnya berbadan tegap.