AS dan sekutu tengah mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk opsi militer terkait krisis Libya. Namun pemerintah Rusia menolak setiap bentuk intervensi militer di Libya.
Presiden Libya Muammar Khadafi berdalih tindakannya terhadap kaum demonstran adalah perang melawan terorisme. Karena itu, dia heran dan kaget mengapa dunia luar tidak mendukung aksinya tersebut.
Aset-aset kekayaan Presiden Libya Muammar Khadafi dan keluarganya yang berada di luar negeri dibekukan. Namun, rezim Khadafi masih mendapat sokongan dana jutaan dolar Amerika Serikat (AS) dari hasil ekspor minyak mentah.
Presiden Libya Muammar Khadafi memang tak kenal kompromi dengan demonstran yang kini memanggul senjata untuk menentangnya. Khadafi bahkan terus mengirim tentaranya ke Zawiyah, kota yang menjadi basis demonstran.
Rezim Muammar Khadafi meminta Dewan Keamanan PBB untuk menangguhkan sanksi-sanksi yang telah dijatuhkan terhadap pemerintah Libya terkait kekerasan terhadap demonstran.