Malam ini juga, akan diadakan rapat Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi. Nasib PKS di koalisi bisa jadi akan ditentukan nanti malam. Soalnya, PKS masih bersikukuh menentang kenaikan BBM.
Polda Jabar mengajak seluruh komponen masyarakat mulai dari tingkat RT, RW, tokoh agama hingga organisasi masyarakat (ormas) untuk ikut serta terlibat dalam pencegahan dan penanggulangan terorisme di Jabar. Kegiatan-kegiatan preventif pun akan ditingkatkan kembali.
Meski tergabung dalam Setgab koalisi, PKS tetap mengkritisi rencana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM. Bahkan saat politikus PD Ruhut Sitompul mengusir PKS dari koalisi, Presiden PKS Anis Matta tak menggubris.
Kapolda Jabar Irjen Pol Tubagus Anis Angka Wijaya meluncurkan buku 'Islam Anti Terorisme', Pandangan para Ahli tentang Jihad dan Peran Polri dalam Menangani Teroris di Indonesia, Selasa (4/6/2013). Buku tersebut dibagi-bagikan pada undangan dalam acara Sarasehan Kamtibmas dengan tema.
Rapat Setgab akan dilaksanakan di kediaman Wakil Presiden Boediono malam nanti. Apakah dalam rapat itu akan ditetapkan sikap tegas terhadap PKS, menendangnya dari koalisi?
Setgab koalisi menggelar rapat rumah di dinas Wapres Boediono malam nanti. Semua ketua umum dan ketua fraksi diundang di pertemuan tersebut, namun Presiden PKS Anis Matta dan Ketua FPKS Hidayat Nurwahid tak akan hadir.
Menentang keputusan Setgab koalisi membuat wacana pengusiran PKS koalisi merebak. Jika PKS membulatkan tekad menolak kenaikan BBM, tentu ada konsekuensinya yakni kehilangan 3 kursi menteri. Apa PKS siap?