Meski ada negara yang nggak suka ada pabrik baterai mobil listrik di Indonesia, menurut Menteri Investasi Bahlil Lahadalia investor baterai tetap datang.
Tertinggal dari Tesla dalam teknologi mobil listrik dengan baterai, perusahaan otomotif Jerman beralih ke mobil hidrogen, yang dianggap jauh lebih prospektif.
Mate Rimac yang mengembangkan mobil hiper seharga Rp34 miliar memulai usaha dari garasi dengan menciptakan mobil listrik pertama dengan suku cadang dari truk.