Pemerhati politik Universitas Islam Syarif Hidayatullah, Gun Gun Heryanto, mengatakan terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai ketua umum menggantikan Anas Urbaningrum merupakan bukti kegagalan Partai Demokrat melakukan pengkaderan.
Sebelum KLB, Partai Demokrat (PD) sempat mensyaratkan agar calon ketua umum, begitu juga dengan ketua harian, tak rangkap jabatan. Namun kemudian syarat itu diubah, kandidat ketua umum/ketua harian boleh merangkap jabatan. Apa alasannya?
Ketum Partai Demokrat SBY menunjuk Marzuki Alie sebagai Wakil Ketua Majelis Tinggi menggantikan Anas Urbaningrum. Padahal, sebelumnya dikabarkan sebagai kandidat ketua harian, namun dia menolak. Lalu, kenapa Marzuki mau menerima posisi barunya?
Wakil Ketua Majelis Tinggi Marzuki Alie bicara mengenai rencana perombakan pengurus Partai Demokrat (PD). Marzuki mengatakan, tak ada pihak yang akan digusur.
Marzuki Alie menempati posisi baru sebagai Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD). Di posisi barunya, Marzuki berhak mengusung kandidat yang akan diusung PD di pilkada.
Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD), Marzuki Alie sangat antusias menyambut hasil Kongres Luar Biasa (KLB). Dia meyakini, tiga bulan setelah Kongres Luar Biasa (KLB), elektabilitas PD akan naik hingga mencapai angka 15 persen.
Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Marzuki Alie menyambut baik hasil Kongres Luar Biasa (KLB). Marzuki meyakini hasil KLB yang mendaulat SBY sebagai ketum dan terbentuknya beberapa posisi baru akan membuat PD berjaya di Pemilu 2014.
Susilo Bambang Yudhoyono dikukuhkan (SBY) secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat (PD). Setelah disahkan sebagai orang nomer satu di PD, SBY kembali menegaskan akan tetap fokus pada kerja pemerintahan dan negara.
Kader PD menyambut baik hasil KLB. Posisi ketum yang diduduki oleh SBY dan sejumlah posisi baru yang diisi oleh tokoh-tokoh penting partai disebut sebagai modal kuat untuk menyambut Pemilu 2014.