Lima orang dipastikan tewas setelah kapal penangkap ikan milik Korsel tenggelam di perairan Samudera Antartika. 17 orang lainnya belum juga ditemukan. Mereka semua dikhawatirkan tewas sebab kecil kemungkinan mereka bisa bertahan di perairan Antartika yang sangat dingin.
Sebuah kapal penangkap ikan milik Korea Selatan (Korsel) tenggelam di Samudera Antartika hari ini. Setidaknya lima orang tewas dan 17 lainnya hingga kini belum ditemukan. Dua warga Indonesia termasuk di antara korban tewas.
Setelah puas berwisata air di Pulau Belitung, jangan lupa menyebrang ke Pulau Bangka dan menelusuri Muntok. Kota Timah yang sangat montok ini mempunyai banyak kisah dan harta karun yang tersembunyi malu.
Presiden AS Barack Obama menelepon Presiden China Hu Jintao untuk membahas masalah Korut. Obama mendesak Jintao untuk menyampaikan pesan yang jelas pada Korut bahwa serangannya ke wilayah Korsel dan provokasi lainnya tak bisa diterima.
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menelepon Menteri Luar Negeri China Yang Jiechi. Dalam hubungan telepon itu Marty meminta China bisa menjembatani agar pihak Korea Selatan dan Korea Utara tidak meruncing.
Evakuasi warga dan wartawan di Pulau Yeonpyeong, Korea Selatan, ke dalam bungker, rupanya beralasan. Militer Korsel mendengar suara artileri dari wilayah Korut!
Hari Minggu berlangsung menegangkan di Semenanjung Korea. Korea Selatan dan AS akhirnya menggelar latihan perang. Sebagai balasannya, Korut mengarahkan rudal-rudalnya ke Korsel.
Amerika Serikat berusaha untuk meyakinkan China bahwa latihan bersama militer AS-Korea Selatan tidak ditujukan ke China. Pentagon juga menegaskan permainan perang ini tidak diarahkan ke negara sekutu Korea Utara itu.
Rencana gelar pasukan besar-besaran oleh Korea Selatan dan Amerika Serikat, membuat Korea Utara berang. Media-media di Korut memberitakan kalau Semenanjung Korea sudah berada di ambang perang.