Hasil pemeriksaan sampel dua produk suplemen makanan beredar di jejaring media sosial. Kedua produk itu disebut mengandung DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) babi.
Dua merek suplemen makanan ramai diperbincangkan karena mengandung DNA babi. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberi penjelasan tentang kabar viral itu.