Sejak kedatangan calhaj asal DKI Jakarta di tanah suci, pendistribusian konsumsi makanan gratis berjalan lancar. Sampai saat ini, calhaj asal Jakarta yang sampai kota Makkah hampir 75 persen atau 20 kloter.
Padatnya pemukiman penduduk di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. memprihatinkan. Polisi menengarai, padatnya penduduk tanpa disertai sistem pendataan yang memadai jadi pemicu maraknya kejahatan.
Rahmat Awifi menghabisi Hertati dan anaknya, ER, di rumah kontrakan yang juga menjadi TKP pembunuhan di Jl Poncol, Gang Salon Cilincing, Jakarta Utara. Namun, di balik pembunuhan kejam ini, terdapat pesan moral yang dapat ditangkap masyarakat.
Sebelum terjadinya pembunuhan oleh Rahmat Awifi (26) pada korban, Hertati (35) yang akhirnya dimasukkan ke dalam kardus pada Jumat (14/10) dini hari lalu, mereka terlibat percekcokan. Pemicunya lantaran Rahmat mendapat SMS dari pacarnya, Intan.
Selain menjalin hubungan asmara dengan Hertati (35), Rahmat Awifi (26) juga berpacaran dengan kekasihnya, Intan. Bahkan, Rahmat sudah berencana menikahi Intan karena wanita itu telah ia hamili juga.
Rahmat Awifi (26), tersangka pembunuh Hertati (35) dan anaknya, ER (6), telah menempati rumah kontrakan yang juga menjadi TKP pembunuhan di Cilincing, Jakarta Utara selama 2 bulan terakhir. Kepada tetangga, Rahmat dan Hertati mengaku keluarga.
Kepolisian Daerah Metro Jaya akan melakukan tes psikologi terhadap Rahmat Awifi (26), tersangka pembunuh Hertati (35) dan ER (6). Tes dilakukan untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka.
Setelah berjam-jam melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi akhirnya menemukan barang bukti di Jl Poncol Gang Salon No 141 RT 004/003 Kel Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara. Polisi menemukan baju bercak darah milik Rahmat.
Tetangga sebelah kontrakan rumah Hertati (35) sempat mendengar ada teriakan saat pembunuhan terjadi. Namun tetangga berpikir kalau hal itu urusan rumah tangga Hertati dan Rahmat Awifi (26) yang dikenal sebagai pasutri.